Pelaku Pengrusakan Diduga Kebal Hukum, Beny:Di polres Takalar Tidak Ada yang Kebal Hukum Kalau salah

  • Whatsapp

Foto:AKBP Beny Murjayanto S.I.K. M.Kapolres Takalar

informasi-terkini.com,Takalar–Diberitakan Sebelumnya Dengan judul:Diduga Kebal Hukum, Polres Takalar Tidak Berani Menahan Pelaku Pengrusakan

Hal tersebut di tanggapi oleh Kapolres Takalar AKBP Beny Murjayanto,saat wartawan media ini mengkonfirmasi adanya hal tersebut,

Terkait kasus tersebut sudah ditangani Reskrim,dan insyaallah ditakalar tidak ada yang namanya kebal hukum.

Sudah ditangani reskrim pak…dan Insya Allah di Takalar tidak ada yg kebal hukum kalau salah pak.Kutip pesan WhatsAppnya.

Berita Sebelumnya Diduga Kebal Hukum, Polres Takalar Tidak Berani Menahan Pelaku Pengrusakan.

Hj Rosmiati sapaan akrab Nenek Puji yang dilansir di media online Kedai-berita.com, di rumahnya di Kelurahan Mangadu mengatakan, “Sudah belasan tahun saya tinggal di rumah ini, baru kali ini saya merasa takut sekali masuk ke dalam rumah saya sendiri.”

“Jujur hari ini Minggu (22/8/2021) saya agak berani masuk ke rumah ini karena ada ditemani wartawan. Karena sejak dinding dapur sebelah kanan dirusak(dijebol) yang diduga dilakukan lelaki berinsial IR, pada hari Jumat (20/8/2021) sebelum solat Jumat, saya tidak berani masuk ke sini,” ungkap Nenek Puji.

Menurut Nenek Puji, “Ada hikmah dibalik kedatangan wartawan Kedai-berita.com di rumah ini, karena baru saya ketahui bahwa ternyata dua kali terjadi pengrusakan dinding rumah saya ini.” seraya Dia menunjuk dinding dapur bagian belakang yang jebol.

Lanjut Dia, mengatakan, “Kejadian pengrusakan pertama, ada cucu perempuan saya yang bernama Icha lagi mandi, begitu mendengar bunyi pukulan palu menerpa dinding, Icha bergegas mengambil gambar vidio melalui HP-nya.”

“Setelah dinding jebol, terlihat lelaki insial IR menghidupkan motornya kemudian meninggalkan tempat kejadian,” imbuhnya.

Dia menambahkan, “Bukan hanya soal kerusakan tetapi ketakutan yang menimpa diri saya dan cucu -cucu, apalagi mereka masih anak-anak.”

Sementara itu, Kejadian Pengrusakan pun terus dilakukan oleh terlapor meski ia sudah di laporkan dan tangani oleh Polres Takalar namun itu tak membuat Ilyas menghentikan perbuatannya.

Pelaku dan semua saksi-saksi sudah diambil keterangannya, namun itu tidak menghentikan perbuatannya melakukan intimidasi dan perkataan tidak sepantasnya “Hj.Puji K*ng*ng, Pal*kka Tampa, Ana S*ndd*la, perkataan seperti itu yang tidak seharusnya dilontarkan kepada nenek Puji.

Hj. Puji terus menangis di dampingi keluarganya Dg.Kebo sambil meronta-ronta saat di kantor Polres Takalar dan ia kembali di persalahkan oleh petugas SPKT yang menerima laporan saat itu.

“Dimana lagi saya mendapatkan keadilan, di Kantor Polisi tidak bisa memberikan tindakan apapun disaat saya dianiaya oleh Ilyas beserta kakak dan orang Tuanya.

Mereka bertiga, Sampai-sampai Ilyas membawa Pisau mengancam akan membunuh saya.” Entah apa yang harus saya perbuat ya, Allah.”  Ungkapnya.

” Saya tidak punya harga diri lagi pak, kehormatan saya sudah di injak-injak oleh Ilyas. Seenaknya saja dia memperlakukan saya.” ucap Hj. Puji Sedih.

Polisi juga tidak berbuat apa-apa saat saya melaporkan kejadian ini, tidak ada lagi keadilan negeri ini. Ucapnya

Sementara, Dikonfirmasi Via WhatsApp ke Kasat Reskrim Polres Takalar AKP  Harjono mengatakan Kasus masih dalam Proses Pak, Kamis 7 Oktober 2021.(*/1)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *